Terkoplak-koplak

Information blog

Aceh Kembali Berganti Nama

Posted by Surya Oktafendri 0 komentar

Gubernur Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) Irwandi Yusuf berencana akan mengganti nama negeri serambi Mekkah yang selama ini dikenal. Aceh tidak akan lagi disertai embel-embel kata Nanggroe dan Darussalam.

"Nama NAD akan diganti dengan pemerintah Aceh," katanya dalam sambutan pembukaan MoU penyerahan hibah asset negara senilai Rp72, 1 miliar kepada Pemda NAD di Gedung Kekayaan Negara, Jakarta, Jumat (7/8/2009).

Konon nama resmi NAD yang terlalu panjang, menjadi alasan kuat diganti menjadi pemerintah Aceh. Proses upaya mengganti nama pemerintah NAD menjadi Aceh telah dilakukan sejak 3 hingga 4 bulan lalu dengan mengeluarkan surat edaran ke seluruh departemen maupun Kementerian/ Lembaga mengenai pergantian nama NAD menjadi Aceh.

Irwandi dengan canda mengatakan, bila pemerintah NAD berubah menjadi pemerintah Aceh. Maka dalam even besar, seperti PON urutan pemerintah Aceh akan berada tingkat pertama sesuai Abjad.

Sebelumnya, Aceh bernama Daerah Istimewa Aceh. Namun sesudah penandatanganan perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka dengan pemerintah Indonesia, negeri serambi Mekkah ini berganti nama menjadi Nanggroe Aceh Darussalam. (okeozone.com)

Awas, Pupuk Urea Bisa Jadi Bom

Posted by Surya Oktafendri 0 komentar



Pupuk urea ternyata dapat dijadikan bahan untuk membuat bom. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada jika di lingkungannya mendapati penggunaan pupuk urea yang mencurigakan.

Hal itu disampaikan Panglima Komando Daerah IV Mayor Jenderal Hariyadi Soetanto, Jumat (7/8) di Semarang. "Kami sudah menyebarkan pengetahuan tentang pupuk urea itu kepada masyarakat," kata Hariyadi.

Menurut Hariyadi, dengan mengetahui berbagai bahan yang dapat dirakit menjadi bom, masyarakat semakin peka untuk mengawasi lingkungannya. Hariyadi menilai, kejadian bom JW Marriott-Ritz Carlton terjadi karena ketidakpekaan satuan pengaman. Pelaku membawa bahan-bahan peledak yang tidak terdeteksi sebagai bom kemudian dirakit menjadi bom dan diledakkan di dalam hotel.

"Jika ada seseorang yang memiliki banyak bahan seperti pupuk urea dalam jumlah besar dan barang itu tidak ada kaitannya dengan profesi pemiliknya, maka orang itu patut dicurigai," kata Hariyadi. (kompas.com)



Mbah Surip yang memiliki nama lengkap Urip Ariyanto pernah mengatakan minta dikubur di rumah WS Rendra saat syukuran di Kantor Manajemen Kampung Artis. Apakah ini firasat Mbah Surip?

Tarzan Srimulat mengatakan kalau Mbah Surip memang pernah berpesan demikian.

"Kalau dia memang ingin dimakamkan di Kampung Artis, atau di rumah WS Rendra. Ya yang penting di bumi Indonesia," urainya saat ditemui di rumah Mamiek "Srimulat", Selasa (4/8/2009).

Sebelumnya, pada Kamis 29 Juli 2009 lalu saat syukuran di Kantor Manajemen Kampung Artis, Mbah Surip pernah mengatakan ingin kontrak dengan manajemen sampai mati. Sepertinya, saat itu Mbah Surip sudah berfirasat akan kembali menghadap Tuhan.

"Sampai mati saja ini kontrak. Kita lihat saja siapa yang mati di antara kita. Karena bagi saya, kalau dikubur di rumah WS Rendra. Di sana ada tanah buat kuburan saya nanti," ungkap Mbah Surip saat itu.

Menurut Tarzan, Mbah Surip adalah artis Indonesia yang patut dibanggakan. Secara fisik, kata dia, Mbah Surip dikenal sebagai orang yang tidak pernah sakit.

"Kami semua kaget dengar berita ini, yang saya tahu dia orangnya tidak pernah sakit," kata Tarzan.

Tarzan sudah cukup lama mengenal Mbah Surip. Dia juga tahu, kalau Mbah Surip sering menonton Srimulat. (okezone.com)



Teman-teman Mbah Surip tak hanya dibuat terkejut atas meninggalnya Mbah Surip secara tiba-tiba. Mereka makin kaget karena Mbah Surip meninggal berbarengan dengan sopirnya.

"Teman lama Mbah yang kini menjadi sopirnya, Boy Ucrit, juga meninggal hari ini," ungkap anak Mbah Surip, Cucu Lestari, ditemui di kediaman Mamiek 'Srimulat', Jalan Kerja Bakti I, RT2/4 No 68, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009).

Hal serupa juga dituturkan sahabat Mbah Urip, Ganda GZ. Dia dan teman-teman baru saja melayat Ucrit saat mendapat kabar Mbah Surip ikut meninggal.

"Sopirnya Mbah Surip, Boy Ucrit, hari ini dikuburkan. Kita baru datang ke pemakaman, kita dapat kabar Mbah Surip meninggal. Kita kaget," kata Ganda.

Ganda masih tidak percaya dengan meninggalnya Mbah Urip secara tiba-tiba.

"Kita masih enggak percaya. Lalu kita hubungi orang dari Kampung Artis dan ternyata benar. Kita masih antara percaya dan enggak percaya," ungkapnya. (okezone.com)

Menengok Masa Lalu Mbah Surip

Posted by Surya Oktafendri 0 komentar



Tak gendong, kemana-mana. Tak gendong, kemana-mana. Enak to? Mantap to?

ITULAH sepenggal lirik berjudul Tak Gendong milik Mbah Surip yang kini akrab di telinga masyarakat. Tak hanya kalangan muda saja yang menyukai lagu ini. Syair lagu berirama reggae dengan syair lucu itu juga banyak dihafal kaum tua dan bahkan anak-anak.

Memang, syair lagu yang dibuat Mbah Surip ini tergolong easy listening. Selain tak terlalu panjang menulis syairnya, juga kata-kata khas lucu yang muncul dalam lagu itu. Apalagi dengan tawa khas "Ha...ha... ha..." yang disuarakan lantang tanpa beban oleh penyanyinya. Bisa dibilang, lagu Mbah Surip ini benar-benar lagu yang menghibur.

Lantas bagaimana latar belakang penyanyi dengan tampilan rambut gimbal ala Bob Marley itu. Seputar Indonesia mencoba melacaknya di kampung halaman Mbah Surip di Gang Buntu, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Di tempat itulah tercatat rekam jejak Mbah Surip jauh sebelum ia terkenal. Menjadi seorang yang memiliki keunikan dalam penampilan, sikap dan kepribadian.

Mbah Surip dilahirkan di sebuah rumah kecil dengan ukuran 3 X 12 meter. Di rumah sederhana di antara gang sempit itulah, pria yang memiliki nama asli Urip Akhmad Riyanto itu dilahirkan. Di rumah itu, tampak dua perempuan, Suharti dan Mbah Semi, saudara kandung Mbah Surip.

Suharti, adik kandung Mbah Surip lantas membeber latarbelakang kakaknya ketika masih remaja. Mulai menginjak SMP, Mbah Surip memang bergelut di dunia tarik suara. Juga hobinya yang tak pernah berhenti mencipta lagu dengan lirik unik dan lucu. "Setiap hari kerjaannya cangkrukan dan membuat lagu. Beberapa diantaranya sempat tenar di kota ini," tutur Suharti.

Karena dalam kondisi himpitan ekonomi kelurganya, Mbah Surip berupaya untuk bisa menyalurkan bakat membuat lagunya itu. Meski tak mampu membeli sebuah gitar, namun Mbah Surip tak kehilangan akal. Dibuatnya gitar sederhana yang kemana-mana dia bawa.

"Gitarnya kotak. Tapi dengan gitar itulah dia membuat lagu," kenangnya sembari menyebut jika gitar unik itu sempat hilang saat Mbah Surip tidur di salah satu masjid di kampungnya.

Sejak kecil, Mbah Surip memang memiliki kepribadian yang menyenangkan dan suka membuat orang tertawa. Sejak dulu, pria yang menuntaskan pendidikannya di Unijaya Mojokerto itu khas dengan tawanya yang lebar, seperti yang terdengar dalam syair lagu Tak Gendong. "Tak pernah susah. Hidup ini dijalaninya dengan senyum dan tertawa," tukasnya.

Selain rutinitas mencipta lagu, Mbah Surip juga memikirkan kebutuhan hidupnya. Pekerjaan apapun kata Suharti, pernah dijalani kakaknya itu. Mulai dari tukang las hingga menjadi makelar karcis biskop.

"Dia tak pernah malu meski kerja apa saja. Yang penting halal, seperti syair salah satu lagu yang ia ciptakan pada masa lengsernya Presiden Soeharto waktu itu," terangnya.

Dia juga menceritakan pada saat Mbah Surip berpamitan pergi merantau ke Jakarta sekitar tahun 1979 lampau. Setelah sukses, Mbah Surip juga masih kerap mengunjungi kampung halamannya itu.

Bahkan kata dia, setiap berkunjung ke Jatim, Mbah Surip selalu menyempatkan tidur di rumah milik orang tuanya yang kini tak berpenghuni itu. "Dia pernah telpon dan menjanjikan akan beli helikopter second tanpa kitiran. Ya begitu, selalu saja dengan nada guyon," ungkapnya menceritakan perbincangannya dengan Mbah Surip beberapa waktu lalu.

Satu hal yang membuat ia dan enam saudara kandung Mbah Surip lainnya kagum. Mbah Surip menjadi sosok yang mudah menolong. Bahkan saat inipun, ketenaran Mbah Surip tak menampakkan perubahan ekonominya. "Dia gampang memberikan sesuatu kepada orang lain. Meski itu berharga," tukasnya.

Kenangan indah juga diungkapkan Bambang Cahyono, pria yang pernah menjalani masa susah bersama Mbah Surip. Bambang pernah menjadi gitaran yang selalu tampil dengan Mbah Surip dalam setiap momen panggung.

"Tampilannya selalu lucu. Kadang-kadang saya malu sendiri," ungkap Bambang bernostalgia.

Namun, sosok Mbah Surip memang tinggi di matanya. Selain mudah bergaul, juga konsisten dengan bidang seni yang dijalani. "Beberapa waktu lalu dia pulang ke rumah ini. Dan sempat cangkrukan (nongkrong) di pangkalan becak di depan gang. Dia tetap seperti dulu," tukasnya bangga melihat teman seperjuangannya yang kini banyak dikenal saentaro nusantara itu. (okezone.com)



Pertarungan sengit antara Google dengan Bing di berbagai belahan dunia, ternyata tidak berpengaruh di negara China. Justru dua raksasa mesin pencari tersebut harus kalah dengan situs lokal.

Sebuah riset menunjukkan, pada kuartal kedua kemarin, Google justru harus mengalami penurunan market sharenya sebanyak 1,1 persen ketimbang kuartal sebelumnya. Sedangkan Baidu, perlahan malah naik mencapai 1,6 persen hingga akhirnya menguasai 75,7 persen segmen mesin pencari online.

PC World, Kamis (6/8/2009) melansir, keadaan yang tidak jauh berbeda juga dirasakan Bing. Pasalnya, situs milik Microsoft tersebut, sejak dirilis beberapa bulan lalu, hanya mampu meraup pengguna sekitar 0,3 persen saja di China. Ini tentu menjadi perjalanan panjang Bing, untuk menembus dominasi Baidu dan Google di negara Tirai Bambu.

Memang, antara Baidu dan Google sudah terlibat perseteruan sejak lama, walaupun Google terus yang harus kalah. Meski begitu, keduanya selalu memberikan layanan yang terbaru agar memuaskan pelanggannya, termasuk memberikan unduhan lagu gratis.

Secara geografis, karakteristik pengguna kedua situs ini memiliki basis yang berbeda. Baidu lebih disukai oleh pengguna di daerah, yang mempunyai pengguna tradisional. Berbeda dengan Google maupun Bing, yang mempunyai pengguna di daerah perkotaan atau pendatang. (okezone.com)

Mbah Surip Pernah Mati Suri

Posted by Surya Oktafendri 0 komentar



Mbah Surip meninggal dunia Selasa (4/8/2009) sekira pukul 09.00 WIB. Siapa kira, ternyata pemilik nama Urip Ariyanto itu pernah mati suri ketika masih tinggal di Mojokerto.

Seperti dituturkan Jhony Iskandar, pria yang menuai sukses berkat lagu Tak Gendong itu pernah mengalami kejadian aneh. Saat masih berada di kampung halaman, kakek berambut gimbal itu pernah mati suri. Bahkan, Mbah Surip sempat dikubur.

Entah bagaimana, Mbah Surip akhirnya hidup kembali dan bangkit dari kubur. Pascamati suri, perilaku pria kelahiran Mojokerto, 5 Mei 1949, itu berubah aneh. Dia kehilangan sebagian ingatan.

Akhirnya, Mbah Surip merantau ke Jakarta dan meninggalkan anak istrinya di kampung. Masih dikisahkan Jhony, Mbah Surip akhirnya ditinggalkan istri karena sang istri tak kuat hidup seorang diri.

Dengan berat hati, Mbah Surip menceraikan istri lewat surat. Kabarnya, sejak merantau ke Jakarta hingga meninggal dunia, pria yang sering keramas memakai sampo kucing itu belum pernah bertemu keluarganya lagi. (okezone.com)



Kepergian Mbah Surip untuk selamanya, Selasa (4/8), tentu saja berpengaruh terhadap konsep semula klip video lagunya yang lain, "Bangun Tidur". Kamis (6/8), syuting klip tersebut tetap dilakukan. Namun, konsepnya diubah jadi media kampanye "I Love You Full", dan seseorang berperan sebagai Mbah Surip.

"Kemarin (dua hari sebelum syuting), kami baru dapat kabar. Terus, kami ubah konsep dengan mendadak karena, kalau pakai konsep awal, kami pikir sudah enggak lucu lagi," terang Edy Khemod, sutradara klip itu, di sela-sela syuting klip tersebut di kawasan perkantoran Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Kamis.

Lanjut Edy, semula klip "Bangun Tidur" akan dibintangi oleh Mbah Surip bersama para artis, seperti Fauzy Baadillah, Desta "Clubeighties", dan Ringgo Agus Rachman, yang juga terlibat dalam klip "Tak Gendong" Mbah Surip, serta Nirina Zubir dan Dewi Sandra. Dalam klip itu, seperti dalam klip "Tak Gendong", Mbah Surip sedianya akan berperan sebagai hantu. Kalau dalam klip "Tak Gendong" berjalan-jalan mengganggu orang-orang yang dijumpainya, dalam klip "Bangun Tidur", ia mengganggu mereka ketika bangun tidur.

"Tadinya mau pakai konsep hantu. Tapi, kalau sekarang, kayaknya jadi sensitif. Makanya, konsep yang sekarang ini, kami syuting di jalan-jalan, kita ubah konsepnya jadi lebih ke campaign. Kami sebarkan kampanye 'I Love You Full','' tuturnya. "Kami minta orang lain memerankan Si Mbah," tambahnya.

Syuting klip tersebut dilakukan di sejumlah tempat di Jakarta. Mereka yang tampil dalam klip itu beradegan membagi-bagikan stiker "I Love You Full" kepada publik. "Mayestik (Jakarta Selatan), Sarinah (Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat), Bulungan (Blok M, Jakarta Selatan), dan Kemang (Jakarta Selatan), itu yang sudah jelas tempatnya," kata Edy.

Dengan konsep baru itu, "Bangun Tidur" akan dijadikan lagu untuk mengenang mendiang Mbah Surip. "Intinya, kami coba meng-capture sebanyak mungkin kecintaan orang terhadap Mbah Surip," kata Edy lagi. "Kami (para artis yang terlibat dalam klip tersebut) pakai topi dan rambut (ala) Mbah Surip," ujar Desta. (kompas.com)



CERUK pasar bisnis internet di negeri ini sangatlah gurih. Ini terlihat dari terus melonjaknya para pengguna internet di Indonesia. Saat ini, menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), ada sekitar 25 juta pengguna internet di Tanah Air. Bandingkan, misalnya, pada 10 tahun lalu (1999) yang cuma 1 juta pengguna.

Terus tumbuhnya pasar internet membuat operator telekomunikasi giat berlomba memasarkan tarif internet murah. Operator-operator seperti tak mau kalah menawarkan paket internet.

Mereka menyasar pengguna kartu telepon, baik berbasis seluler global system for mobile communications alias GSM. maupun telepon tetap tanpa kabel berbasis code division multiple access alias CDMA.

Untuk internet kartu GSM, tawarannya terbilang lengkap. Mulai dari menawarkan paket bundling alias bundel dengan penjualan handphone, telepon pintar alias smartphone, hingga menjual kartu perdana khusus internet.

Teliti sebelum beli

Semua mengklaim yang termurah. Malah, ada yang menawarkan paket internet gratis setiap hari. Tentu, di balik itu semua ada kelebihan dan kelemahan. Intinya, jangan sampai gratis internet, tapi sinyalnya putus nyambung putus nyambung. Jadi, tetaplah berhati-hati. Yang terpenting, pilihlah yang benar-benar menguntungkan: murah harganya, tapi cepat aksesnya. Genggamlah pepatah lama: teliti sebelum membeli.

Nah, mari kita telusuri satu per satu.

Paket XL

PT Excelcomindo Pratama (XL) sudah meluncurkan layanan paket internet untuk XL prabayar dan XL pascabayar sejak Mei 2009. Untuk pelanggan XL prabayar, cukup dengan voucher yang ada, sehingga pelanggan tak usah repot-repot untuk mencari voucher khusus internet.

"Pelanggan bisa membeli voucher melalui ATM, voucher fisik atau elektronik yang tersedia di banyak toko," ulas Ari Tjahjanto, General Manager Internet dan Layanan Data XL. Sedang pelanggan XL pascabayar akan langsung mendapat tagihan pada setiap periode tagihan.

Tarif internet untuk XL prabayar Rp 3 per kilobit (kb), sementara XL pascabayar Rp 3,3 per kb, termasuk pajak.

XL saat ini juga masih menggelar paket promo internet yang berlangsung 1 Mei – 1 Agustus 2009. Ada dua jenis paket, yaitu harian dan mingguan. Untuk paket harian, biayanya Rp 2.000 dengan kuota 1 megabit (Mb); jika lebih dari 1 Mb akan terkena tarif Rp 3 per kb. Masa berlakunya sehari. Paket mingguan, biaya Rp 10.000 dengan kuota 10 Mb. Lebih dari 10 Mb akan dikenai tarif Rp 3 per kb. Masa berlaku tujuh hari.

Agar akses internet bisa terus cepat seiring pertumbuhan pengguna internet, menurut Ari, secara berkala XL meningkatkan kualitas jaringan.

Fokus XL pada area jangkauan, kapasitas, dan kualitas. Tahun ini, XL berinvestasi sebesar US$ 600 juta sampai US$ 650 juta. “Jumlah ini termasuk pembayaran untuk belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun 2008 yang pembayarannya jatuh tempo di 2009,” ungkap Ari.

Pendapatan XL tahun 2008 sebesar Rp 12,156 triliun, dan pada kuartal I 2009 Rp, 2,926 triliun. Sementara itu, omzet semester I 2009 masih dalam proses audit. “Untuk pendapatan internet atau data dan value added services (VAS) sekitar 5% dari total revenue,” ulas Ari.

Hingga saat ini XL memiliki 17.232 menara telekomunikasi alias base transceiver station (BTS), termasuk 1.777 BTS 3G.

Adapun jumlah pelanggan internet dan layanan data sekitar 5 juta pelanggan. Hingga akhir tahun targetnya menjadi delapan juta pelanggan. "Jumlah pelanggan XL per akhir Maret kemarin sudah menembus 24,9 juta," ungkap Ari.

Paket Indosat

PT Indosat Tbk mengeluarkan paket tidak terbatas alias unlimited untuk berlangganan akses internet dengan munculnya Indosat 3,5 G. Untuk saat ini paket unlimited Indosat 3,5 G Broadband baru tersedia di lima kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakar-ta, dan Surabaya.

Tarif murah akses internet Indosat hanya Rp 1 per kb atau Rp 100 per menit. Untuk dapat menikmati tarif murah akses internet, pelanggan tinggal membuat setting internet di handphone (HP) berbasis volume. Dengan tarif murah internet, pelanggan kartu IM3 makin leluasa menikmati layanan Facebook, chatting via mig33, Yahoo, browsing opera mini, dan fitur yang lainnya.

Selain itu, kini pengguna kartu Mentari dan IM3 juga dapat berselancar lebih leluasa dengan voucher internet Indosat, yaitu voucher khusus dari Indosat yang pulsanya hanya bisa digunakan untuk akses internet atau akses data. “Voucher internet Indosat ini adalah voucher internet pertama yang pernah ada di indonesia,” ulas Adita Irawati, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Indosat.

Dengan voucher internet Indosat, surfing, browsing, downloading, uploading, e-mail, sampai chatting tarifnya Rp 10 per 30 detik dengan kecepatan sampai dengan 256 kilobit per detik (kbps).

Sayang, voucher internet Indosat baru tersedia dalam bentuk elektronik dengan denominasi Rp 5.000 untuk masa aktif lima hari. “Voucher ini dapat digunakan untuk mengakses internet berbasis durasi selama 250 menit,” ujar Adita.

Jumlah BTS Indosat hingga kuartal pertama 2009 mencapai 14.758. Sedang jumlah pelanggan hingga kuartal pertama 2009 sebanyak 33,3 juta pelanggan, dan target tahun ini lebih dari 12 juta pelanggan baru.

Paket Telkomsel

PT Telekomunikasi Selular juga tak ketinggalan. Untuk menggarap pasar internet, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) ini menyajikan TelkomselFlash, yakni layanan highspeed wireless broadband atau akses internet nirkabel kecepatan tinggi mencapai 3,2 Mbps. Layanan mereka didukung teknologi high speed downlink packet access (HSDPA). Layanan ini untuk seluruh pelanggannya, baik pascabayar (kartu Halo) atau prabayar (Simpati dan kartu As) dengan tarif akses data berbasis waktu.

Layanan TelkomselFlash sedikit berbeda dengan layanan operator lain. Soalnya, layanan ini menggunakan skema tarif yang didasarkan atas durasi waktu pemakaian, dan bukan berdasarkan volume data yang diakses.

Untuk paket internet Telkom-selFlash, Telkomsel menawarkan enam pilihan model tarif. Pertama, tawaran dengan skema tarif Rp 350 per menit. Ke-dua, paket tiga jam Rp 30.000. Untuk paket jenis ini hanya berlaku alias valid untuk satu hari pemakaian.

Ketiga, paket 24 jam seharga Rp 100.000. Paket jenis ini hanya berlaku (valid) untuk satu minggu. Paket ini juga berlaku untuk kartu Simpati, Halo, dan kartu As.

Sedangkan tiga paket sisanya, untuk paket bulanan, 40 jam Rp 200.000, 100 jam Rp 400.000, dan 250 jam Rp 800.000. Dan, itu hanya untuk kartu Halo.

Saat ini, menurut Wakil Presiden Komunikasi Publik dan Pemasaran Telkom Eddy Kurnia, jumlah pelanggan Telkomsel mencapai 70 juta. Agar mendapatkan sinyal yang lebih kuat untuk pelanggan internet 3G, Telkomsel akan membangun 3.000 BTS 3G di 24 kota. Harapannya, bisa mendapatkan kualitas yang bagus bagi para pelanggan. Saat ini, pelanggan TelkomselFlash sekitar enam juta sampai tujuh juta, dan target hingga akhir 2009 jadi sembilan juta pelanggan.

Paket Axis

PT Natrindo Telepon Seluler, operator selular Axis, tak mau ketinggalan menggarap pasar internet. Mereka membundel paket internet berbentuk bundling modem serta paket harian atau mingguan dengan sistem bundel modem 3G dan kartu microSD 1 Gb.

Untuk jenis Maxilite, pelanggan mendapat akses gratis 200 Mb per bulan selama enam bulan, biaya kelebihan pemakaian Rp 1,5 per kb. Harga perdana Rp 188.000. Apabila beserta modem plus microSD 1 Gb harganya Rp 988.000.

Untuk Maxipro, gratis 500 Mb per bulan selama satu tahun, biaya kelebihan pemakaian Rp 0,7 per kb. Harga perdana Rp 588.000. Tambah modem dan microSD 1 Gb: Rp 1.388.000.

Untuk Maximum gratis 3 Gb per bulan selama setahun, biaya kelebihan Rp 0,5 per kb. Harga perdana Rp 1.488.000. Bila plus modem dan microSD 1 Gb jadi Rp 1.988.000. "Harga modem plus microSD 1 Gb Rp 968.000," ungkap Direktur Pemasaran Axis Johan Buse. Paket ini bisa didapatkan di Axis center. Oh, ya, tarif dasar internet Axis ialah Rp 1 per kb dengan penghitungan tarif setiap 10 kb.

Saat ini, Axis punya 3.500 BTS, termasuk 1.000 BTS 3G, “Tahun ini kami harapkan bisa mencapai 6.000 BTS. Dengan perluasan network ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pelanggan Axis,” kata Johan.

Johan mengklaim, hingga akhir 2008, jumlah pelanggan Axis mencapai tiga juta. Dia berharap hingga akhir tahun ini dapat meningkat dua kali lipat menjadi enam juta.

Pada 2008, Axis memiliki sekitar 3.000 BTS. Tahun ini, Natrindo berencana menambah 3.000 BTS baru, sehingga jumlah BTS menjadi 6.000 unit. “Sebanyak 75% menara tersebut merupakan menara bersama,” ulas Johan.

CDMA tak mau ketinggalan

Bagi pengguna kartu telepon tetap tanpa kabel berbasis code division multiple access (CDMA) yang ingin menikmati layanan internet, tak usah bersedih. Sebab, layanan paket internet bukan hanya disediakan operator berbasis seluler atau global system for mobile communications alias GSM. Dus, pelanggan CDMA pun bisa tetap berselancar di internet melalui telepon genggam alias handphone (HP).

Tawaran paket internet dari operator CDMA pun tak kalah menarik. Mulai dari tawaran gratis internet, hingga tersedia paket bundel dengan netbook. Yuk, kita telusuri satu per satu.

Paket Internet Fren

PT Mobile-8 Telecom Tbk, operator CDMA merek Fren, terbilang paling awal menghadirkan paket internet, yakni pada 2003. Namanya Max Surf. Paket ini bisa untuk kartu prabayar dan pascabayar Fren.

Selanjutnya, menurut Sukaca Purwokadjono, Group Head of Marketing Product Mobile-8, seiring dengan perkembangan teknologi CDMA yang makin baik – setara kecepatan 3,5 G atau lebih akrab dikenal dengan nama EVDO Rev A (evolution data only) – Mobile-8 mengeluarkan brand yang mengkhususkan layanan akses data ke pelanggannya. Yaitu: Mobi, yang pertama kali meluncur pada 4 Februari 2009.

Tarif Mobi prabayar berbagai macam, untuk prabayar Rp 0,1 hingga Rp 0,25 per kb. Untuk pascabayar, jenis silver Rp 88.000 dengan kuota 500 megabit (Mb) dengan kecepatan hingga 3,1 megabytes per second (Mbps). Jika melebihi tarif, akan dikenai Rp 0,25 per kb. Sementara, paket gold Rp 150.000 dengan kuota 1,25 gigabit (Gb) dan kecepatan hingga 3,1 Mbps. Jika lebih dari itu, tarifnya Rp 0,25 per kb.

Lantas, pascabayar platinum Rp 250.000 kuota 3 Gb dan kecepatan hingga 3,1 Mbps. Jika melebihi, tarif Rp 0,25 per kb. "Dalam waktu dekat, Mobi akan mengeluarkan bonus serta paket internet yang dijamin akan sangat menarik bagi masyarakat maupun pelanggan setia Mobi," ujar Sukaca, enggan berbagi info lebih rinci.

Saat ini, jumlah pelanggan Mobi 20.000 pelanggan, sedang total pelanggan Fren 3,2 juta. Target hingga akhir 2009 bisa mencapai 5 juta pelanggan.

Paket Flexi

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyediakan paket internet TelkomFlexi, baik untuk prabayar (trendy) maupun pascabayar (classy). Selain menggunakan mode charging berdasarkan volume data (volume based) yang telah dikenal selama ini, Flexi juga telah meluncurkan mode charging berdasarkan waktu akses (time based).

Pelanggan dapat memilih sendiri mode akses yang diinginkan volume atau waktu akses kapan saja dan di mana saja dengan hanya melakukan login dengan user name yang telah disediakan untuk masing-masing mode charging itu.

Tarif layanan data Telkom Flexi pascabayar, untuk layanan internet dengan metode akses packet data network (PDN based) seharga Rp 3 per kilobit (volume based) dan Rp 200 per menit (time based).

Saat ini, menurut Wakil Presiden Komunikasi Publik dan Pemasaran Telkom Eddy Kurnia, pangsa pasar internet Flexi memang belum begitu bagus. Ini karena untuk menggunakan internet Flexi dibutuhkan ponsel keluaran terbaru. "Kira-kira pengguna internet Flexi hanya 10% dari total jumlah pelanggan Flexi yang kini mencapai 13 juta pelanggan, dan akan menjadi 16 juta di akhir tahun ini," ungkapnya.

Saat ini, Telkom sudah memiliki 4.540 menara base transceiver station (BTS) Flexi. Sebagai investasi, tahun ini Telkom Group mengalokasikan Rp 21 triliun, dengan porsi 70% investasi untuk Telkomsel, dan 30% untuk Telkom dan anak perusahaan yang lain. "Untuk infrastruktur seperti BTS, investasinya Rp 2 triliun sampai Rp 3 triliun," ungkap Eddy.

Paket StarOne

Selain menyediakan paket internet berbasis GSM di kartu Mentari dan IM3, PT Indosat Tbk juga menawarkan paket internet di kartu StarOne. Layanan internet di StarOne sudah ada sejak StarOne berdiri di tahun 2004. Layanannya tersedia baik untuk StarOne prabayar maupun pascabayar.

Sistem pembayaran StarOne prabayar melalui voucher isi ulang, baik memakai voucher Indosat, voucher StarOne, bisa juga memakai voucher Mentari dan IM3. Pembelian voucher bisa dilakukan melalui voucher elektronik dan ATM. Sedangkan untuk StarOne pascabayar, pembayaran tagihan bulanan dapat dilakukan melalui galeri, ATM, bank, otodebet kartu kredit, dan tabungan.

Tarif StarOne prabayar dan pascabayar ritel adalah Rp 1 per kb atau Rp 75 per menit. Selain paket ritel, tersedia paket berlangganan. Untuk StarOne pascabayar, tersedia paket berlangganan Rp 45.000 untuk 350 Mb per bulan, Rp 99.000 untuk 1 Gb per bulan, serta Rp 125.000 untuk internet unlimited selama 30 hari. Lalu, di StarOne prabayar tersedia paket langganan Rp 45.000 buat internet unlimited selama tujuh hari.

"Selain itu StarOne juga menyediakan program Internet Bundling Modem dengan tarif Rp 0,1 per kb dan Rp 25 per menit," ungkap Adita Irawati, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Indosat.

Adita mengklaim, keunggulan StarOne adalah tarif yang murah, dan kecepatan hingga 153 kbps. Untuk internet unlimited StarOne, tidak ada batasan kuota dan tidak ada penurunan kecepatan, serta dapat dibawa di 63 kota di Indonesia. "Akhir tahun ditargetkan mencapai 82 kota," kata Adita.

Target pasar internet StarOne ialah pelanggan rumahan. Maka, peak hours-nya mulai pukul 20.00 hingga dini hari. “Pelanggan StarOne sekitar 600.000 dan 20%-nya adalah pengguna internet aktif,” urai Adita.

Paket Smart

Smart Telecom juga tak mau ketinggalan menawarkan paket internet. Mereka menawarkan paket bundling dengan netbook seharga Rp 4,6 juta hingga Rp 5,9 juta. “Produk yang kami luncurkan bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ulas Chief Sales Officer PT Smart Telecom Charles Sitorus.

Charles bilang, netbook tersebut sudah dilengkapi dengan modem internal yang bekerja di jaringan CDMA 2000 EVDO Rev A 1900 MHz. Smart Telecom tercatat sebagai operator telekomunikasi CDMA pertama yang meluncurkan teknologi EVDO (evolution data only) Rev.A untuk telekomunikasi nirkabel secara komersial. "Teknologi ini pertama kali diterapkan di Indonesia," ujarnya.

Smart menyediakan dua pilihan internet, yakni pascabayar dan prabayar. Untuk pascabayar, pelanggan dikenai biaya Rp 499.000 per bulan selama 12 bulan, dan langsung mendapatkan gratis 12 bulan internet unlimited. Adapun untuk prabayar, setelah membeli netbook seharga Rp 4,7 juta, pelanggan berhak mendapatkan koneksi unlimited 30 hari.

Pemakai kedua pilihan layanan itu akan mendapatkan kecepatan maksimum download 3,1 Mbps dan upload hingga 384 kbps. Selain menawarkan paket netbook, Smart juga meluncurkan dua produk lain, yaitu modem USB ZTE AC2726 dan modem Router Vertex VW240. Modem USB seharga Rp 999.000 dengan gratis internet satu bulan unlimited.

Sementara modem router harganya bervariasi, mulai Rp 200.000 sampai Rp 2 juta, dan punya kecepatan akses 3,1 Mbps. Smart mengklaim, kedua produk itu, voice dan internet, punya kekuatan masing-masing. Tapi, di internet Smart merasa punya kekuatan lebih ketimbang CDMA lain. Jadi, "Kami memang sedang fokus ke internet," urai Charles. (kompas.com)