Terkoplak-koplak

Information blog



MANCHASTER - Penyalahgunaan situs jejaring sosial telah memakan banyak korban, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dan berbagai kalangan. Bahkan guru pun kena dikerjai murid-muridnya melalui Facebook.

Satu dari tujuh staf pengajar menyebutkan mereka menjadi sasaran cyberbullying yang dilancarkan oleh rekan atau murid-murid mereka. Seorang anggota Association of Teachers and Lecturers (ATL) menyebutkan bagaimana para pelaku cyberbullying membuat akun palsu dengan menggunakan nama korban dan membuat keterangan profil yang menggambarkan si korban merupakan pedofilia.

Dilansir Telegraph, Kamis (1/5/2010), seorang guru senior di sekolah menengah negeri juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi korban. "Akun Facebook saya dihack oleh murid saya untuk digunakan mengirim pesan bohong kepada murid lain," ujarnya.

Pada konferensi tahunan ATL di Manchester, para aktivis organisasi ini menangani dengan serius kasus 'cyberbullying' yang dilakukan murid-murid kepada gurunya atau ke sesama temannya.

Sebuah survei menyebutkan, sekira 14 persen guru mengaku pernah emnjadi korban cyberbullying. Persentase ini tak hanya mencakup kasus cyberbullying di situs jejaring sosial, tapi termasuk juga video atau film yang diposting di situs berbagai video YouTube.

"Terdapat banyak insiden cyberbullying yang terkuak dalam survei ini, yang membuat korban sangat terganggu," kata Sekretaris Umum ATL Mary Bousted.

Menurut Mary, sekolah dan kampus perlu menjerbihkan kebijakan terkait hal ini dan meyakinkan agar para murid menerima hukuman yang sesuai atas perbuatannya.

Studi ini juga menemukan bahwa kepala sekolah kerap memperingatkan stafnya untuk tidak memposting foto atau detail informasi mencurigakan terkait kehidupan pribadi mereka, dan hampir seperempat guru menyebutkan bahwa mereka diminta menghilangkan informasi detail pada profil akun jejaring sosial mereka. (okezone.com)



NEW YORK - Ford Motor dan Microsoft bekerjasama menciptakan aplikasi online yang dirancang untuk membantu pemilik mobil Ford elektrik mengatur penggunaan listrik rumah ketika mereka mengisi ulang tenaga listrik mobil.

Aplikasi bernama Microsoft Hohm ini ditawarkan kepada para pemilik mobil elektrik Ford secara gratis, demikian pengumuman yang disampaikan keduanya di ajang New York International Auto Show. Ford juga berencana meluncurkan lima mobil listrik hingga 2013, dimulai dengan Transit Connect Electric yang diperkenalkan tahun ini.

Chief Executive Ford Alan Mulally mengungkapkan, tujuan mereka adalah membuat  kendaraan bertenaga listrik agar dapat terus hidup, menghadirkan pengisian ulang energi yang terjangkau dan interaksi dengan kegunaan listrik yang lebih cerdas.

Dilansir Reuters, Kamis (1/5/2010), aplikasi tersebut dapat membantu kendaraan dan pemilik rumah bisa memilih kapan akan mengisi ulang baterai kendaraan.

"Pengguna disarankan mengisi ulang energi listrik mobil pada malam hari, ketika konsumsi listrik tidak terlalu banyak dan mahal," ujar CEO Microsoft Steve Ballmer.

Ballmer pun menambahkan, layanan ini merupakan langkah signifikan dalam pengembangan infrastruktur yang akan membuat kendaraan listrik sukses di pasaran.

Tak hanya itu, langkah ini tentu saja mempererat hubungan antara Microsoft dan Ford. Seperti diketahui, sebelumnya sistem komunikasi dan hiburan milik Ford bernama Sync juga berbasis teknologi Microsoft.

Ford telah menginstal sistem Sync yang dikontrol oleh suara ini untuk lebih dari dua juta kendaraan, sejak diperkenalkan sekira tiga tahun lalu. (okezone.com)

X6, 'Kotak Musik' Baru Nokia

Posted by Surya Oktafendri 0 komentar



Nokia mempunyai sejarah panjang sebagai salah satu vendor yang menciptakan ponsel yang ditujukan khusus bagi pencinta musik sejati. Lihat saja beberapa seri Xpressmusic dan 58xx yang sukses memperkenalkan cara baru dalam mendengarkan musik.

Tradisi ini terus dilanjutkan oleh Nokia, dengan memperkenalkan 'kotak musik' mereka yang terbaru, yang diberi nama Nokia X6. Seri X6 ini merupakan kelanjutan dari X3, yang beberapa waktu lalu juga sukses dirilis Nokia sebagai ponsel musik.

Berbeda dengan 'saudaranya' terdahulu, Nokia menghadirkan X6 ini tidak hanya sekedar ponsel sebagai handset saja. Namun, X6 juga memberikan musik yang tak tanggung-tangung jumlahnya, mencapai 3 juta lagu, dan semuannya diberikan secara gratis. Semua lagu itu sendiri, ditampung dalam sebuah katalog bernama Ovi Music Store. Jadi, mau mengunduh lewat ponsel atau PC, sama saja mudahnya.

X6, hadir mengusung teknologi layar sentuh 3.2 inchi, yang ketika dijajal okezone, mempunyai tingkat sentuhan yang nyaman dan user interface yang menarik. Apalagi ukuraan 111x51x13.8, dengan desain yang sedemikian rupa, membuat sentuhan 'kotak musik' makin terlihat jelas di handset ini.

Puas melihat tampilan luarnya, X6 ternyata mempunyai jeroan yang sangat mendukung sebagai ponsel pemutar musik. Lihat saja dukungan prosesor 433.9hz, serta konektifitas hingga HSDPA membuat mengunduh lagu dengan kualitas top, 7MB terasa lumayan cepat.

Urusan kapasitas ruangan, X6 hanya menyediakan internal memori dan tidak mendukung ekstrenal memori. Namun demikian, Nokia membenamkan internal memori hingga 16GB atau setera dengan 4 ribu lagu kualitas original. So, eksternal memori rasanya tidak dibutuhkan lagi di ponsel ini.

Daya tahan baterai di X6 juga lumayan tangguh, butuh waktu 2 hari untuk mengcash ulang X6, saat okezone menjajalanya dengan berbagai aktivitas mulai dari memutar lagu hingga bermain game. Tambahan fitur lainnya adalah, resolusi kamera 5MP dan head jack 3.5mm.

Berikut spesifikasi lengkap X6,

Platform: Symbian S60
Prosesor: 433.9 Ghz
Ukuran: 111x51x13.8
Layar: 3.2 inchi
Memori internal: 16GB
Camera: 5MP with carl zeiss optics
Konektifitas: GPRS/EDGE/HSDPA

Harga: Rp3,99 juta hingga 4,250 juta (okezone.com)



NEW YORK - Penulis asal Amerika Serikat (AS) Stephanie Meyer akan membiarkan para penggemarnya untuk membaca buku terbarunya di internet secara gratis.

Meyer, wanita berusia 36 tahun yang terkenal dengan novelnya bertajuk Twilight, berencana untuk mempublikasikan buku terbarunya berjudul 'The Short Second Life of Bree Tanner' di internet. Di dunia maya tersebut, para peminat buku Meyer diberi kesempatan selama sebulan untuk membaca keseluruhan isi buku dengan tebal 192 halaman itu.

Novel yang merupakan kelanjutan dari Eclipse, serial ketiga dari novel Twilight, akan dipublikasikan secara simultan di Inggris dan Amerika pada 5 Juni mendatang. Dua hari setelah buku tersebut diluncurkan, novel tersebut akan langsung dibebaskan di internet.

Novel tersebut dapat dibaca di situs www.breetanner.com hingga 5 Juli 2010. Sayangnya, novel tersebut hanya bisa dibaca di internet dan tidak bisa didownload.

Menurut juru bicara Meyer, seperti dikutip melalui Big News Network, Kamis (1/4/2010), Meyer melakukan hal ini sebagai bentuk rasa terima kasihnya kepada para penggemarnya yang telah menyukseskan novel Twilight.

"Ketika saya baru mulai menulis novel ini pada tahun 2005 lalu, saya mulai berpikir untuk menulis cerita pendek untuk mendeskripsikan sisi lain dari Eclipse. Saya pikir cerita tersebut bisa dimuat hanya di situs saja tanpa harus dicetak. Namun saya mulai mengerjakan 'The Twilight Saga: The Official Guide'. Saya pikir Guide tersebut akan sangat baik untuk cerita Bree," papar Meyer.

Namun begitu, lanjut Meyer, dirinya menganggap cerita Bree lebih panjang dan lebar dari yang ia harapkan sehingga tidak akan mungkin disatukan dalam Guide. Sehingga akhirnya ia memutuskan untuk menulis 'The Short Second Life of Bree Tanner'.

Novel-novel Meyer merupakan hasil cetak dari penerbit Atom, bagian dari Brown Book Group (Inggris). Bree Tanner merupakan buku terbaru Meyer dengan judul berbeda setelah dua tahun lamanya. Dalam edisi cetaknya, buku ini dihargai  USD10.

Sebelumnya, Meyer telah menghasilkan 5 seri novel 'Twilight', 'New Moon', 'Eclipse', 'Breaking Dawn' dan 'Midnight Sun' (okezone.com)



WASHINGTON - Sebuah video game yang tengah beredar di AS bernama RapeLay mendapat kecaman. Pasalnya, game secara tidak langsung menjadi alat simulasi untuk melakukan pemerkosaan. 

RapeLay dapat dengan mudah dimainkan di internet. Hal itu tentu saja memancing keresahan para orangtua. Mereka bahkan meminta agar website yang menampilkan game itu segera diblokir.

Seperti dilansir Big News Networks, Kamis (1/5/2010), permainan RapeLay membolehkan pemainnya 'menggerayangi' tubuh gadis virtual dan diminta melakukan tindakan pemerkosaan terhadap avatar tersebut.

Para pemain akan mendapatkan poin tambahan jika berhasil menguntit korban virtual, memperkosa mereka dan ibunya, dan memaksa melakukan aborsi.

Amazon dan eBay yang sempat menghadirkan RapeLay, kini telah menghapus game tersebut dari situs mereka. Namun pembuat game yang berpusat di Yokohama menyebutkan, game tersebut sudah sesuai dengan prosedur hukum di Jepang.

"Game ini sangat menjijikkan dan bagi para korban pemerkosaan di luar sana akan sangat menyedihkan jika melihat game seperti ini. Ini sama saja dengan budaya menerima tindak pemerkosaan," kata aktivis hak asasi wanita Nina Funnell. (okezone.com)

iPad Dapat Suntikan Dana Segar

Posted by Surya Oktafendri 0 komentar



CALIFORNIA - Lembaga keuangan di Silicon Valley merasa yakin dengan ciptaan baru Steve Jobs, iPad. Tidak heran jika kemudian mereka berencana untuk menambah pendanaan bagi iFund.

iFund merupakan pendanaan sosial yang diberikan lembaga keuangan Kleiner Perkins Caufield & Byers untuk pengembangkan segala macam aplikasi dan konten di produk-produk milik Apple.

Saat pertama dijalankan, Kleiner Perkins Caufield & Byers telah menyuntikan dana sekira USD100 jutake iFund sekitar dua tahun lalu. Dana ini untuk membiayai proses pembuatan aplikasi dan konten, saat iPhone dan iPod Touch pertama kali diproduksi. Dana tersebut telah diinvestasikan ke 14 perusahaan pengembang.

Kini, dilansir Yahoo News, Kamis (1/4/2010), seiring dengan keyakinan akan kesuksesan iPad, Kleiner Perkins Caufield & Byers kembali menyuntikan dana dengan jumlah yang sama, sekira USD100 juta untuk pengembangan aplikasi di iPad.

Investasi ini diperkirakan tidak akan meleset. Pasalnya, Kleiner Perkins Caufield & Byers telah berpengalaman dalam mendanai banyak riset produk yang berhasil di pasaran. Sebelumnya, mereka juga telah menginvetasikan dana di Google, Netscape dan Amazon. (okezone.com)



SAN FRANSISCO - Para penggemar game di jejaring sosial (jarsos) sebaiknya berhati-hati untuk meng-add orang lain. Pasalnya, spammer atau phisher bisa menyusup menjadi teman anda.

Sebuah laporan dari BitDefender, dilansir melalui PC Magazine, Kamis (1/4/2010), menyatakan bahwa aplikasi game di jarsos mampu meningkatkan spam dan phishing lebih banyak lagi, bahkan mencapai 50 persen dari jumlah sebelumnya.

Menurut BitDefender, kebanyakan pengguna jarsos akan berhati-hati untuk meng-add orang yang tidak dikenal dalam lingkaran jejaring sosial mereka. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi spammer atau phisher yang menyusup dengan kedok 'teman'. Namun tidak demikian halnya dengan para gamer yang suka bermain game di jejaring sosial macam Facebook, MySpace dan lainnya.

Gamer, lanjut BitDefender, lebih suka menyetujui pertemanan dari orang yang tidak dikenal, dengan alasan ingin meningkatkan kemampuan mereka dalam bermain game, sykur-syukur jika mereka bisa mencuri ilmu game milik 'teman' yang dimaksud. Selain itu, beberapa aplikasi game juga membutuhkan pemain untuk mengumpulkan massa virtual dalam jumlah yang banyak, sehingga mereka pun akan menambah siapa saja, orang yang tidak dikenal, untuk menjadi bagian dari jaringan dalam bermain game.

Dalam penelitiannya, BitDefender menggunakan tiga akun profil palsu yang berbeda karakter. Profil pertama, sebuah akun tanpa foto dan sedikit keterangan. Profil kedua, sebuah foto dengan keterangan yang terbatas, dan ketiga adalah sebuah profil berisi foto dan keterangan yang cukup detil.

Saat BitDefender masuk ke dalam grup jejaring sosial dengan grup interest, profil pertama berhasil menambah 23 koneksi teman, profil kedua menambah 47 teman dan profil ketiga bertambah koneksi menjadi 53. Namun ketika BitDefender mencoba masuk ke grup game jarsos, ketiga profil tersebut memperlihatkan jumlah koneksi teman yang meningkat dua kali lipat. Setelah 24 jam, profil pertama mendapatkan 85 koneksi, profil kedua sekira 108 teman dan profil ketiga mencapai 111 koneksi.

"Spammer lebih mudah diterima di jajaran daftar pertemanan ketika ia berada di jejaring sosial, ketimbang berada di lingkungan komunikasi online lainnya," ujar Ketua Tim Peneliti BitDefender George Petre.

Dijelaskan Petre, sekali spammer atau phisher masuk ke dalam grup jarsos maka semua anggota grup tersebut akan terancam, baik kehilangan dan pencurian data, pembajakan akun untuk kepentingan penyebaran malware, maupun ancaman lainnya. BitDefender menemukan, 24 persen orang dipastikan akan menerima permintaan pertemanan di jarsos dari akun yang tidak dikenal, maupun mengklik alamat URL yang telah dipersingkat, meski mereka tidak tahu kemana arah link tersebut.

"Jejaring sosial membuat aksi spam dan phishing menjadi lebih mudah ditemui dan dijalankan karena semakin dekat dengan pengguna internet, ketimbang melalui email," tegas Petre. (okezone.com)



BEIJING - Kendati penggguna internet di China merupakan salah satu yang terbesar, namun soal tingkat keamanan di negara tersebut terbilang sangat rendah. Sebab, jumlah pengguna Internet yang tidak menjalankan perangkat lunak antivirus meningkat dari tahun lalu.

Sebuah survei menunjukkan, jumlah pengguna internet yang besar China tidak menjalankan perangkat lunak antivirus meningkat tahun lalu, yang pada akhirnya risiko keamanan online terus berkembang biak di negara ini.

Menurut hasil survei yang dirilis oleh China Internet Network Information Center (CNNIC), dan tim Tanggap Darurat Teknis Jaringan Komputer Nasional China Nasional (CNCERT), presentase pengguna internet di China tanpa perangkat lunak keamanan adalah meningkat menjadi 4,4 persen atau naik dari 3,9 persen di tahun sebelumnya.

CNNIC memperkirakan bahwa 384 juta orang di China menggunakan internet pada semester kedua tahun lalu. Dengan perhitungan itu, jumlah penduduk di negara berselancar di internet tanpa perangkat lunak antivirus hampir 17 juta, mewakili sebuah kolam besar PC yang penyerang dapat dengan mudah menginfeksi dan menggunakannya untuk tujuan-tujuan berbahaya.

Dikutip PC World, Kamis (1/4/2010), hasil lain dari survei itu juga menunjukkan ukuran masalah keamanan online di China. Sebagai contoh, hampir setengah dari pengguna Internet China memiliki properti virtual, seperti item dalam game online atau uang virtual untuk digunakan pada situs jaringan sosial. Di antara orang-orang, 14,6 persen mengatakan mereka telah mengalami beberapa kehilangan item properti tersebut akibat pembobolan login.

Permainan online adalah salah satu target yang paling populer untuk diserang di China. Para pencuri itu membobol akun, lalu mencuri item virtual, dan kemudian menjualnya di dunia nyata untuk mendapatkan uang.

Laporan itu juga mengatakan, pengguna Internet China menghabiskan 15,3 miliar yuan atau setara USD 2,2 miliar untuk "biaya jasa" pada tahun 2009 untuk membersihkan cyberattacks. Mengunduh perangkat lunak antivirus gratis adalah cara paling populer bagi pengguna untuk mendapatkan perlindungan virus.

Survei ini juga meminta perhatian lebih terhadap risiko keamanan mobile, karena lebih banyak orang di Cina berselancar di internet dengan ponsel, yang biasanya tidak dilengkapi dengan perangkat lunak keamanan.
(okezone.com)



WASHINGTON - Memprediksi kedatangan gempa bumi memang sulit. Namun kodok rupanya bisa menjadi alarm sebelum gempa bumi datang.

Ciri-ciri umum kedatangan gempa bumi biasanya ditandai oleh perilaku aneh hewan. Mulai dari burung-burung yang terbang ke arah yang tidak biasa hingga anjing yang menjadi gelisah selama beberapa hari sebelum gempa.

Namun kebanyakan cerita ini biasanya tidak dibarengi data ilmiah. Peneliti menemukan indikator baru untuk mengetahui kedatangan gempa, yaitu dengan memperhatikan tingkah laku kodok. Menurut peneliti, kodok yang tengah berkembangbiak bisa menjadi indikator perubahan lingkungan sebelum terjadi gempa.

Tim yang dipimpin oleh ahli zoologi Rachel Grant asal Inggris ini juga menemukan bahwa gangguan yang terjadi di lapisan atmosfer yang lebih tinggi sebelum gempa terjadi berkorelasi dengan pergerakan kodok.

"Ini adalah studi pertama yang menggali perilaku hewan sebelum gempa dengan cara ilmiah dan metodologis. Kami melakukan studi sesuai dengan yang seharusnya dan secara ilmiah dengan konsisten melihat perilaku mereka," kata Grant seperti dikutip dari LiveScience, Rabu (31/3/2010).

Kodok sangat sensitif mengetahui kedatangan gempa sehingga mudah bagi mereka untuk segera melarikan diri dan melompat ke tempat aman sebelum gempa datang.

Studi ini menguak fakta bahwa kodok melepaskan telur-telur mereka lima hari sebelum gempa bumi menghantam L'Aquila, Italia, pada April 2009. Kodok-kodok itu baru akan kembali beberapa hari setelah goncangan terjadi. Hal ini dianggap tidak lazim karena biasanya kodok tidak pernah meninggalkan telur-telurnya dalam waktu yang lama. (okezone.com)