Terkoplak-koplak

Information blog



SAN FRANSISCO - Sistem operasi Windows XP service pack (SP3) masih digunakan sekira 37 persen PC. Hal itu terungkap dari poling yang dilakukan PC Advisor hingga Juli 2010 ini.

Urutan berikutnya adalah Windows 7 yang digunakan sekira 29,7 persen PC. Demikian dilansir PC Advisor, Kamis (8/7/2010).

Polling tersebut menanyakan kepada pembaca, tentang 'sistem operasi apa yang anda gunakan?' Jumlah pengguna Windows 7 menurun dibandingkan tahun lalu, karena pada tahun lalu, jumlah pengguna mencapai 30,6 persen.

Sementara untuk OS-OS di luar Microsoft jumlahnya masih sangat minim. Linux hanya digunakan sekira tujuh persen pengguna komputer dan Mac OS digunakan 6,4 persen.

OS Microsoft lain yang hampir 'mati' XP SP2 masih digunakan sekira 5,6 persen. Seperti diketahui Microsoft akan 'mematikan' seluruh dukungan untuk Windows XP Service pack 2 (SP2) pada 13 Juli 2010.

Menurut Adrian Stone, Senior Security Program Manager Lead dan Jerry Bryant, Group Manager, Response Communications Microsoft, para pengguna harus segera mengupgrade sistem operasi tersebut ke sistem operasi Windows 7 atau Service Pack 3.

Microsoft diprediksi akan menghentikan semua dukungan untuk seluruh OS XP baik SP2 maupun SP3 setelah April 2014. Mengingat pada akhir tahun 2012, pemasok aplikasi lainnya tidak akan mendukung XP.
(srn)

(okezone.com)



JAKARTA - Kabar yang menyebutkan NASA mengeluarkan informasi kalau semua planet Merkurius, Bumi, Venus, Uranus, dan Neptunus berada tepat satu garis lurus dengan Matahari itu ternyata tidak benar.
 
"Isu itu tidak benar, NASA tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu. Lagipula NASA juga tidak mungkin memberikan informasi secara mendadak. Itu kan butuh pengamatan yang sangat lama dan akan diberi tahu jauh-jauh hari," terang Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika LAPAN, Thomas Jamalludi, saat dihubungi okezone, Jakarta, Selasa (6/7/2010).

Dia juga menambahkan fenemona seperti itu dalam ilmu Astronomi dan Astrofisika tidak mungkin terjadi. Pasalnya, matahari jauh lebih besar ketimbang Bumi dan planet lainnya, jarak antara satu planet dengan satu planet lainnya juga sangat jauh.

"Struktur garis beredar antar planet itu berbeda. Dalam ilmu astronomi memang ada kemungkinan seperti itu (tepat satu garis), akan tetapi sebenarnya tidak betul-betul segaris. Dampak yang dihasilkan pun juga tidak separah itu," sebutnya.

Thomas menyebutkan, pasang surut air laut terjadi karena bulan saja, dan tidak mungkin terjadi karena fenomena yang lain.

"Isu seperti ini sebenarnya sudah sering terjadi, pada 1997 dan 5 Mei 2000, semuanya dikaitkan dengan Kiamat. Tapi hingga saat ini, tidak terbukti," tandasnya.
(tyo)

(okezone.com)



LONDON - Terlalu banyak menonton televisi dinilai dapat menyebabkan kematian. Studi terbaru di Inggris mengungkapkan setiap menonton televisi satu jam sehari dapat meningkatkan resiko penyakit jantung sekira tujuh persen.

Di Inggris diketahui, rata- rata orang menghabiskan waktu sekira empat jam per hari untuk berada di depan televisi. Hal ini sungguh mengkhawatirkan, karena penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Inggris. Setidaknya data menunjukkan bahwa penyakit jantung telah membunuh sekira 193 ribu orang per tahun.

Sementara itu, di Singapura, tercatat penyakit jantung menyebabkan kematian sekira 20,1 persen. "Tubuh kita tak didesain untuk duduk terlalu lama," kata Katrien Wijndaele salah seorang peneliti dari National Medical Research Council (MRC), Singapura seperti dilansir

Ia mencontohkan, saat ini banyak orang yang menyaksikan pertandingan sepakbola Piala Dunia di depan televisi selama berjam-jam, dan itu bisa memicu resiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Sementara itu, Dr Ong Hean Yee, ahli penyakit jantung dari Khoo Teck Puat Hospital, mengatakan, orang bisa terhindar dari resiko penyakit jantung akibat menonton televisi asalkan meluangkan waktu untuk berolahraga sekira 30-40 menit per hari.
(ugo)

(okezone.com)



CALIFORNIA - Sistem operasi terbaru besutan Apple, iOS4 memang ditujukan untuk iPhone 4. Tapi para pemilik iPod Touch juga dapat mengupgrade sistem operasinya ke OS generasi terbaru tersebut.

Sayangnya iOS4 yang digadang-gadang akan memberikan peningkatan performa pada gadget keluaran Apple tersebut justru berdampak pada konsumsi Baterai iPod Touch. Demikian dikeluhkan para pemilik iPod Touch di Forum Softpedia, Sabtu (3/7/2010).

Seorang pengguna iPod Touch, dengan nama 'Tim'S Tree' mengeluhkan, iPod Touch miliknya kini tak bertahan lama dan harus terus menerus mengisi baterai. Hal itu terjadi setelah ia mengupgrade ke iOS 4. Tim mengatakan, di malam hari ia membiarkan iPod Touchnya dalam keadaan baterai penuh, namun di pagi hari saat ia terbangun baterai menjadi kosong dan harus diisi ulang.

"Ini tak pernah terjadi sebelum saya mengupgradenya ke iOS4, saya sengaja mengganti OS karena saya pikir OS terbaru akan lebih baik, nyatanya tidak," tulis Tim di forum diskusi tersebut.

Selain Tim, pengguna iPod Touch lain, 'DrWig' juga mengungkapkan hal yang sama. ia terpaksa mengembalikan OSnya ke sistem iPod Touch generasi ketiga, karena setelah ia mengupgrade ke OS4 baterainya langsung cepat habis.

Setidaknya di forum Softpedia terdapat sekira 170 postingan terkait dengan permasalahan baterai pada iPod Touch.

iOS 4 terbilang cukup 'berat' karena terdapat 100 fitur baru dan peningkatan performa pada aplikasi yang ada sebelumnya termasuk dukungan untuk multitasking. Beberapa fungsi yang ada di IOS 4, diantaranya folder untuk mengatur aplikasi, Events, Places, dan Faces di aplikasi Photos, dan banyak perangkat tambahan Mail seperti kotak masuk dan chatting.

Fitur baru lainnya yang ada di pada sistem operasi ini misalnya Quick Lock untuk lampiran, membuka lampiran e-mail dalam aplikasi lain (misalnya, membuka lampiran PDF dalam GoodReader atau iBooks 1.1), mengedit iPod playlist, dan memasang Web atau Wikipedia dari search panel di home screen.
(ugo)

(okezone.com)



SAN FRANSISCO - Smartphone besutan Apple, iPhone memang diketahui dapat berjalan dengan menggunakan sistem operasi milik Google, Android. Dan kini, sebuah situs Phandroid kembali membuktikan bahwa OS terbaru Android Froyo 2.2 bisa dibenamkan di iPhone 3G.

Situs yang selama ini dikenal kerap menampilkan, teknik-teknik kolaborasi iPhone-Android itu mengklaim telah mengupgrade iPhone 3G. Metode yang digunakan untuk mengupgrade iPhone 3G tersebut adalah metode yang dikenal dengan nama Ultrasn0w unlock dengan OpeniBoot. Demikian dilansir Product Review, Jumat (2/6/2010)

Namun, situs tersebut belum menjelaskan secara rinci bagaimana langkah-langkah mengupgrade OS tersebut. Hingga saat ini belum terdapat tutorial mengenai langkah-langkah tersebut. Mereka hanya menunjukkan hasil akhir  Froyo di iPhone 3G.

Android 2.2 merupakan versi terbaru yang dirilis pada Mei 2010 dan ini merupakan Android versi ketujuh yang sudah dirilis Google sejak pertama kali memperkenalkan platform ini pada September 2008. Para pengembang aplikasi mulai hari ini bisa mengembangkan aplikasinya untuk mendukung sistem operasi Android 2.2 Froyo.

Google juga telah membuka source code yang dapat membantu para pengembang membuat aplikasi untuk Android. Kini para pemilik ponsel berbasis Android, seperti NexusOne juga dapat mengupgrade ke OS tersebut.
(ugo)